Selasa, 19 Juni 2018

Model Pembelajaran Kontekstual (CTL)


 Model Pembelajaran Kontekstual (CTL)
Pengalaman adalah guru yang baik. Karena itu kita harus belajar dari pengalaman. Seperti yang dikatakan Djamarah dan Zain (1997 hlm 70), “Pengalaman adalah guru yang tanpa jiwa, namun selalu dicari oleh siapapun juga. Belajar dari pengalaman adalah lebih baik daripada sekadar bicara, dan tidak pernah berbuat sama sekali”.
Model CTL atau Contextual Teaching and Learning membawa pengalaman kedalam pengajaran di kelas dimana guru mengaitkan antara materi yang dipelajari di kelas dengan konteks kehidupan siswa sehari – hari. “Dalam pembelajaran kontekstual ada tujuh prinsip pembelajaran yang harus dikembangkan oleh guru, yaitu : 1) konstruktivisme, 2) menemukan (Inquiry), 3) bertanya, 4) masyarakat belajar, 5) pemodelan, 6) refleksi, dan 7) penilaian sebenarnya” (Ruhimat, 2006 hlm 206).
a)      Konstruktivisme
“Konstruktivisme merupakan landasan berfikir (filosofi) dalam pendekatan CTL, yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas” (Ruhimat, 2006 hlm 206). Jadi pada tahap konstruktivisme ini guru memberikan bekal pengetahuan mengenai seperangkat fakta, konsep dan teori yang  menjadi landasan  konten pembelajaran yang akan dibahas. Bekal pengetahuan tersebut untuk mengkonstruksi pengetahuan siswa. “Dalam belajar konstruktivistik guru atau pendidik berperan membantu agar proses pengkonstruksian pengetahuan oleh siswa berjalan lancar”(Budiningsih, 2005 hlm 59).
b)      Inquiry (Menemukan)
Setelah siswa diberi landasan penegtahuan sebagai modal mereka berfikir, kemudian pembelajaran masuk ke dalam tahap inquiry/menemukan. Menemukan merupakan tahapan inti dari pendekatan CTL. Dalam tahapan ini siswa diberi kesempatan untuk menegmbangkan penegtahuannya melalui proses belajar mandiri. Siswa ditantang untuk mencari dan menemukan pengetahuan-pengetahuan baru dan mengembangkan pemahamannya mengenai konten yang sdang dibahas. “artinya proses inquiry mengandung proses-proses mental yang lebih tinggi tingkatannya, misalnya merumuskan problema, merancang eksperimen, melakukan eksperimen, mengumpulkan data, menganalisis data, menarik kesimpulan dan sebagainya”(Suryosubroto, 1997 hlm 193). 
c)      Bertanya
Dalam proses siswa melakukan inquiry tentu akan ada hal-hal yang kurang dimengerti oleh siswa, karena itulah siswa diberi kesempatan untuk bertanya. Tugas guru adalah membimbing siswa melalui pertanyaan yang diajukan untuk mencari dan menemukan kaitan antara konsep yang dipelajari dalam kaitan dengan kehidupan nyata. “Sebab itu tugas mengajar ialah membina rangkaian pengalaman yang dapat menjadi sumbu pengetahuan dan keterampilan pelajar”(Surakhmad, 1979 hlm 52)
d)     Masyarakat Belajar (Learning Community)
Maksud dari masyarakat belajar adalah kondisi proses belajar dikelas dalam suasana diskusi antar siswa. Menciptakan masyarakat belajar di kelas adalah tugas guru, dan kondisi seperti itu hanya dapat dilakukan oleh guru yang kreatif. Menurut Sudjana (1998 hlm 79) “diskusi adalah “tukar menukar informasi, pendapat, dan unsure-unsur pengalaman secara teratur dengan maksud untuk mendapat pengertian bersama yang lebih jelas dan elbih teliti tentang sesuatu, atau untuk mempersiapkan dan merampungkan keputusan bersama”.
e)      Pemodelan (Modeling)
Tahap pembuatan model dapat dijadikan alternatif untuk mengembangkan pembelajaran agar siswa bisa memenuhi harapan siswa secara menyeluruh, dan membantu keterbatasan yang dimiliki oleh para guru (Ruhimat 2006 hlm 211).
f)       Refleksi (Reflection)
Refelksi adalah cara berpikir tentang apa yang baru terjadi atau baru saja dipelajari. Dengan kata lain, refleksi adalah berpikir ke belakang tentang apa-apa yang sudah dilakukan di masa lalu. Siswa mengedepankan apa yang baru dipeljarinya sebagai struktur pengetahuan yang baru, yang merupakan pengayaan atau revisi dari pengetahuan sebelumnya (Ruhimat, 2006 hlm 212)
g)      Penilaian Sebenarnya (Authentic Assesment)
Dalam setiap model pembelajaran tentu harus ada tahap penilaian atau evaluasi. Evaluasi penting untuk mengukur tingkat keberhasilan belajar siswa. Witherington dan Burton (1986) mengatakan bahwa, “evaluasi atau penilaian terhadap pekerjaan di sekolah hendaknya merupakan suatu diagnosis yang lengkap. Suatu evaluasi yang lengkap tentang usaha mempelajari suatu mata pelajaran harus menyinggung berbagai aspek dari tingkah laku murid”.
Penerapan  Model Contextual Teaching and Learning (CTL) dalm pembelajaran sejarah contohnya dalam materi mengenai zaman pra sejarah. Dalam materi mengenai hasil-hasil kebudayaan zaman pra sejarah guru dapat mengaitkan mengenai konsep bangunan punden berundak yang merupakan budaya asli nenek moyang Indonesia dengan bangunan yang ada disekitar lingkungan siswa. Bangunan yang sangat akrab dilihat setiap hari oleh siswa salah satunya masjid. Bangunan masjid di Indonesia memiliki cirri khas yakni menggunakan bentuk punden berundak pada atapnya. Dengan begitu siswa dapat memahami mengenai warisan budaya local yang masih terjaga hingga kini dan menjadi ciri khas arsitektur bangunan yang ada di Indonesia.

4.      Memilih Pendekatan, Strategi, dan Model Pembelajaran
Dalam memilih pendekatan, startegi dan model pembelajaran harus disesuaikan dengan dasar filosofis  dan tujuan pendidikan Nasional. Setiap bangsa dan negara memiliki nilai – nilai filosofis yang berbeda baik dalam dasar Negara maupun mental dan sikap bangsa. .“Perbedaan filsafat dengan sendirinya akan menimbulkan perbedaan dalam tujuan pendidikan, jadi juga bahan pelajaran yang disajikan, mungkin juga cara mengajar dan menilainya” (Nasution, 2009 hlm 11). Maka pembelajaran di sekolah-sekolah di Negara Indonesia haruslah berdasarkan dasar Negara Indonesia. Dasar Pendidikan di Indonesia telah diatur dalam Pasal 2 Undang Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem  Pendidikan Nasional bahwa  “Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar negara Republik Indonesia Tahun 1945” (dalam Ruhimat, 2006 hlm 214). Maka guru, dalam memilih pendekatan, strategi dan model pembelajaran harus mengandung nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945
Dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, terjadi interaksi antara guru dengan para siswa dan antara siswa dengan siswa lainnya. Proses sosialisasi terjadi di kelas antar individu-individu yang berbeda. Dalam proses sosial yang terjadi tersebut semua individu saling berinteraksi untuk membahas satu topik yang sama dalam satu pola yang sama yang telah ditentukan oleh guru. Pola tersebut terbentuk dalam pendekatan strategi dan metode belajar. Dalam memilih pendekatan pembelajaran guru harus mempertimbangkan kondisi siswa dan lingkungan tempat belajar. Selain itu juga disesuaikan dengan materi yang akan dibahas. Di dalam buku strategi belajar mengajar yang ditulis oleh Djamarah dan Zain (1997), terdapat berbagai macam pendekatan diantaranya ; pendekatan individual, pendekatan kelompok, pendekatan bervariasi, pendekatan edukatif, pendekatan pengalaman, pendekatan pembiasaan, pendekatan emosional, pendekatan rasional, pendekatan fungsional, pendekatan keagamaan, dan pendekatan kebermaknaan.
Pemilihan strategi dan metode pembelajaran tak kalah pentingnya. Strategi  pembelajaran adalah “pola-pola umum kegiatan guru-anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan”(Djamarah dan Zain 1997 hlm 5). Sedangkan metode mengajar ialah “cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran”(Sudjana, 1998 hlm 76). Dalam pemilihan pendekatan strategi dan metode disesuaikan dengan beberapa hal sebagai berikut;
1)      Tujuan pembelajaran atau tujuan pendidikan yang ingin dicapai
2)      Peranan guru dan siswa yang diharapkan dalam mencapai tujuan pembelajaran
3)      Karakterisitik mata pelajaran atau bidang studi
4)      Kondisi lingkungan belajar, yaitu keadaan lingkungan serta sarana dan waktu pembelajaran yang tersedia. (Ruhimat, 2006 hlm 216)





Daftar Pustaka
Budiningsih, C. Asri. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta
Djamarah, Syaiful Bahri dan Zain, Aswan. 1997. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.
Nasution M.A. 2009. Asas – Asas Kurikulum. Jakarta : Bumi Aksara
Sudjana, Nana. 1998. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru Algesindo
Surakhmad, Winarno. 1979. Metodologi Pengajaran Nasional. Bandung : Penerbit Jemmars
Suryosubroto, B. 1997. Proses Balajar Mengajar Di Sekolah. Jakarta : Rineka Cipta   
Ruhimat, Toto dan Tim Pengembang MKDP Kurikulikulum dan Pembelajaran. 2006. Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung : UPI PRESS
Witherington, H. C. dan Burton, W.H. 1986. Teknik-teknik Belajar Mengajar. Bandung : Penerbit Jemmars.

contoh RPP sejarah


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

SMA   .                                   : SMAN 1 CIANJUR
Mata Pelajaran                        : Sejarah
Kelas/Semester                        : X/1
Standar Kompetensi               : 1.  Memahami Prinsip Dasar Ilmu Sejarah
Kompetensi Dasar                   : 1.1. Menjelaskan Pengertian dan Ruang Lingkup Sejarah
Indikator                                 : -     Mendeskripsikan pengertian sejarah berdasarkan asal    
                                                         usul kata dan pandangan para tokoh
-          Mendeskripsikan sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu,   
       dan seni
-          Menjelaskan antara periodisasi,kronologi,kronok dan
       historiografi dalam sejarah

Alokasi Waktu                        : 3x45 menit

A.    Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
  • Mendeskripsikan pengertian sejarah berdasarkan asal usul kata
  • Mendeskripsikan sejarah dalam pandangan para tokoh
·         Mendeskripsikan sejarah sebagai peristiwa, kisah, illmu dan seni
·         Menjelaskan antara periodisasi,kronologi,kronok dan
       historiografi dalam sejarah

B.     Materi Pembelajaran
·            Pengertian sejarah berdasarkan asal usul kata dan pandangan tokoh
·            Hakekat ruang lingkup Sejarah
·            periodisasi,kronologi,kronik dan
·            historiografi dalam sejarah

C.     Metode Pembelajaran
 pemberian  tugas, ceramah

D.    Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1.      Kegiatan Pendahuluan
·         Apersepsi guru membuka pembelajaran dengan menerapkan permainan “Aku Adalah” dengan menunjuk siswa secara acak untuk menyebutkan nama dan asal usul keluarganya. Siswa yang telah ditunjuk kemudian dipersilahkan menunjuk teman lain untuk melakukan hal yang sama.
·         Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
2.      Kegiatan Inti
·         Guru menjelaskan arti kata sejarah berdasarkan asal usul kata dengan peta konsep
·         Penugasan mencari pengertian arti kata sejarah dan pandangan tokoh tentang sejarah dari situs di www.yahoo.com, www.wikipedia.com, www.google.com
·         Tanya-jawab berdasarkan hasil temuan siswa dari internet dan mencermati contoh pandangan tokoh mengenai sejarah di buku teks
·         Peserta didik secara individu membuat pohon silsilah keluarga dan sejarah keluarga dalam bentuk karangan.
3.      Kegiatan Penutup
·         Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
·         Menarik kesimpulan materi.





E.     Sumber dan Alat Belajar
·         Kurikulum KTSP dan perangkatnya
·         Peta konsep
·         OHP
·         Internet

F.      Penilaian
  • Pembuatan pohon silsilah keluarga dan karangan tentang sejarah keluarga

 

Format Penilaian Silsilah Keluarga

Aspek yang dinilai
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
Ketepatan silsilah




Keakuratan nama-nama keluarga




Pemberian warna



Ketepatan penggunaan garis dan tanda penghubung silsilah



Keterangan silsilah lengkap



Kerapian



Jumlah Nilai



 

Format Penilaian Karangan

Aspek yang dinilai
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
Deskripsi
Pengantar




Menunjukkan dengan tepat isi karangan/laporan penelitian
Isi




Kesesuaian antara judul dengan isi dan materi. Menguraikan hasil karangan/penelitian dengan tepat. Hal-hal yang ditemukan dalam penelitian
Penutup



Memberikan kesimpulan karangan/hasil penelitian
Struktur/logika penulisan



Penggambaran dengan jelas metode yang dipakai dalam karangan/penelitian
Orisinalitas karangan



Karangan/penelitian merupakan hasil sendiri
Penyajian, bahasan dan bahasa



Bahasa yang digunakan sesuai EYD dan komunikatif
Jumlah Nilai






Kriteria Penilaian :
Kriteria Indikator
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
80-100
Memuaskan
4
70-79
Baik
3
60-69
Cukup
2
45-59
Kurang cukup
1









RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

SMA   .                                   : SMAN 1 CIANJUR
Mata Pelajaran                        : Sejarah
Kelas/Semester                        : X/1
Standar Kompetensi               : 1.  Memahami Prinsip Dasar Ilmu Sejarah
Kompetensi Dasar                    : 1.2. Mendeskripsikan tradisi sejarah dalam masyarakat Indonesia masa pra-aksara dan masa aksara

Indikator                                 :  -Mengidentifikasikan cara masyarakat pra-aksara mewariskan masa lalunya
                                       -Mengidentifikassi jejak-jejak sejarah Indonesia
                                                   -Mengidentifikasi tradisi sejarah masyarakat diberbagai daerah di Indoneia setelah mengenal tulisan

Alokasi Waktu                        : 4x45 menit

A.    Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
·         -Mengidentifikasikan cara masyarakat pra-aksara mewariskan masa lalunya
·         -Mengidentifikassi jejak-jejak sejarah Indonesia
·         -Mengidentifikasi tradisi sejarah masyarakat diberbagai daerah di Indoneia setelah mengenal tulisan


B.     Materi Pembelajaran
·            Mengidentifikasikan cara masyarakat pra-aksara mewariskan masa lalunya
·            Mengidentifikassi jejak-jejak sejarah Indonesia
·            Mengidentifikasi tradisi sejarah masyarakat diberbagai daerah di Indoneia setelah mengenal tulisan


C.     Metode Pembelajaran
Ceramah, diskusi jigsaw

D.    Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1.      Kegiatan Pendahuluan
·         Apersepsi guru menanyakan pengalaman pribadi peserta didik yang berkesan. Menyampaikan tujuan pembelajaran.
2.      Kegiatan Inti
·         Guru membagi siswa dalam empat kelompok dan materi dibagi dalam empat bagian, yaitu sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni. Setiap kelompok menganalisa satu sub bab yang berbeda dan mempresentasikannya di depan kelas. Setiap kelompok diberi waktu tujuh menit untuk presentasi dan tanya jawab Peserta didik membuat kesimpulan kelompok.
3.      Kegiatan Penutup
·         Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
·         Menarik kesimpulan materi.

E.     Sumber Belajar
  • Kurikulum KTSP dan perangkatnya
  • Peta konsep
  • OHP
  • Internet



F.      Penilaian
  • Unjuk kerja dalam bentuk diskusi jigsaw. Guru membagi siswa dalam empat kelompok. Tiap kelompok mencari tulisan sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni. Setiap kelompok menganalisa mengapa dapat digolongkan demikian dan mempresentasikannya di depan kelas. Setiap kelompok diberi waktu tujuh menit untuk presentasi dan tanya jawab

Lembar Penilaian Diskusi

Hari/Tanggal   : …………………………………………………….
Topik diskusi/debat     : ……………………………………………………..
No
Sikap/Aspek yang dinilai
Nama Kelompok/ Nama peserta didik
Nilai Kualitatif
Kriteria Penilaian :
Kriteria Indikator
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
80-100
Memuaskan
4
70-79
Baik
3
60-69
Cukup
2
45-59
Kurang cukup
1

 
Nilai Kuantitatif
Penilaian kelompok
1.
Menyelesaikan tugas kelompok dengan baik



2
Kerjasama kelompok



3
Hasil tugas



Jumlah Nilai Kelompok


Penilaian Individu Peserta didik
1.
Berani mengemukakan pendapat



2.
Berani menjawab pertanyaan



3.
Inisiatif



4.
Ketelitian



Jumlah Nilai Individu





















                                                                     








RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

SMA                                       : SMAN 1 CIANJUR.
Mata Pelajaran                        : Sejarah
Kelas/Semester                        : X/1
Standar Kompetensi               : 1.  Memahami Prinsip Dasar Ilmu Sejarah
Kompetensi Dasar                   : 1.3 Menggunakan prinsip-prinsip dasar penelitian sejarah.
Indikator                                 :  -Mendeskripsikan langkah-langkah dalam penelitian sejarah
-Mendeskripsikan prinsip dasar penelitian sejarah
-Mengidentifikasi peninggalan-peninggalan sejarah (bangunan,peralatan, perhiasan )


Alokasi Waktu                        : 4x45 menit

A.    Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
-Mendeskripsikan langkah-langkah dalam penelitian sejarah
-Mendeskripsikan prinsip dasar penelitian sejarah
-Mengidentifikasi peninggalan-peninggalan sejarah (bangunan,peralatan, perhiasan )

B.     Materi Pembelajaran
-Dasar-dasar penelitian sejarah
-Prinsip dasar penelitian sejarah lisan
-Jejak masa lampau (Peninggalan sejarah)


C.     Metode Pembelajaran
Ceramah, pemberian tugas, tanya jawab

D.    Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1.      Kegiatan Pendahuluan
·         Apersepsi
·         Menyampaikan tujuan pembelajaran.
2.      Kegiatan Inti
·         Guru menjelaskan materi
·         -Dasar-dasar penelitian sejarah
·         -Prinsip dasar penelitian sejarah lisan
·         -Jejak masa lampau (Peninggalan sejarah)
.
3.      Kegiatan Penutup
·         Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
·         Menarik kesimpulan materi.

E.     Sumber Belajar
  • Kurikulum KTSP dan perangkatnya
  • Peta konsep
  • OHP
  • Buku-buku penunjang yang relevan
  • Internet






F.      Penilaian
Portofolio dalam bentuk karangan analitis mengenai mengenai topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan kesalahan dalam artikel

Format Penilaian Portofolio

Indikator
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
Deskripsi
Pengantar




Menunjukkan dengan tepat isi karangan/laporan penelitian, kesimpulan maupun rangkuman. Untuk peta, skema, dan lukisan, mempersiapkan bahan-bahan.
Isi




Kesesuaian antara judul dengan isi dan materi. Menguraikan hasil karangan/laporan penelitian, kesimpulan, dan rangkuman dengan tepat. Menjabarkan peta dan skema sesuai dengan tema yang diajukan. Melukis sesuai dengan wujud benda yang telah ditentukan.
Penutup



Memberikan kesimpulan karangan/hasil penelitian
Struktur/logika penulisan



Penggambaran dengan jelas metode yang dipakai dalam karangan/penelitian
Orisinalitas karangan



Karangan/penelitian, kesimpulan, rangkuman, peta, skema, dan lukisan merupakan hasil sendiri
Penyajian, bahasan dan bahasa



Bahasa yang digunakan sesuai EYD dan komunikatif
Kriteria Penilaian :
Kriteria Indikator
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
80-100
Memuaskan
4
70-79
Baik
3
60-69
Cukup
2
45-59
Kurang cukup
1


















           





RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SMA                                       : SMAN 1 CIANJUR
Mata Pelajaran                        : Sejarah
Kelas/Semester                        : X/2
Standar Kompetensi               : 2.  Menganalisa Peradaban Indonesia dan Dunia
Kompetensi Dasar                   : 2.1. Menganalisa Kehidupan Awal Masyarakat Indonesia
Indikator                                 : -Menganalisa proses munculnya dan berkembangnya
                                                    kehidupan awal manusia dan masyarakat di Kepulauan
    Indonesia
-Menganalisis periodisasi perkembangan masyarakat zaman batu (cirri kehidupa sosial,budaya,ekonomi
-Menganalisis perkembangan budaya masyarakat  zaman logam


Alokasi Waktu                        : 4x45 menit

A.    Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
-             Menganalisa teori tentang proses munculnya kehidupan awal manusia dan masyarakat di Kepulauan Indonesia berdasarkan sejarah perkembangan bumi
-             Menganalisis periodisasi perkembangan masyarakat
zaman batu (cirri kehidupa sosial,budaya,ekonomi
-             Menganalisis perkembangan budaya masyarakat  zaman logam
A.    Materi Pembelajaran
-          Kehidupan awal mayarakat Indonesia
-          Kehidupan masyarakat zaman batu
-          Kehidupan masyarakat zaman logam

B.     Metode Pembelajaran
Ceramah, diskusi

C.     Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1.      Kegiatan Pendahuluan
·         Apersepsi guru mengajukan pertanyaan perkembangan bumi pada zaman es.
·         Menyampaikan tujuan pembelajaran.
2.      Kegiatan Inti
·         Guru menjelaskan proses munculnya kehidupan awal manusia dan masyarakat di Kepulauan Indonesia).
·         Bersama-sama melakukan diskusi kelompok mengenai penyebab bersatunya kawasan Asia, Indonesia, dan Asia.
3.      Kegiatan Penutup
·         Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
·         Menarik kesimpulan materi.

D.    Sumber Belajar
  • Kurikulum KTSP dan perangkatnya
  • Peta konsep
  • OHP
  • Buku-buku penunjang yang relevan
  • Internet







E.     Penilaian
  • Unjuk kerja dalam bentuk diskusi mengenai penyebab bersatunya kawasan Asia, Indonesia, dan Asia

Lembar Penilaian Diskusi

Hari/Tanggal   : …………………………………………………….
Topik diskusi/debat     : ……………………………………………………..
No
Sikap/Aspek yang dinilai
Nama Kelompok/ Nama peserta didik
Nilai Kualitatif
Kriteria Penilaian :
Kriteria Indikator
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
80-100
Memuaskan
4
70-79
Baik
3
60-69
Cukup
2
45-59
Kurang cukup
1

 
Nilai Kuantitatif
Penilaian kelompok
1.
Menyelesaikan tugas kelompok dengan baik



2
Kerjasama kelompok



3
Hasil tugas



Jumlah Nilai Kelompok


Penilaian Individu Peserta didik
1.
Berani mengemukakan pendapat



2.
Berani menjawab pertanyaan



3.
Inisiatif



4.
Ketelitian



Jumlah Nilai Individu



                                                                     





























RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SMA                                       : SMAN 1 CIANJUR
Mata Pelajaran                        : Sejarah
Kelas/Semester                        : X/2
Standar Kompetensi               : 2.  Menganalisa Peradaban Indonesia dan Dunia
Kompetensi Dasar                   : 2.2. Mengidentifikasi Peradaban Awal Masyarakat di Dunia
                                                         yang Berpengaruh Terhadap Peradapan Indonesia
Indikator                                 :
·         Mengidentifikasi peradaban antara lembah Sungai Indus dan Sungai Gangga
·          Mengidentifikasi peradaban lembah Sungai Kuning /Hwang Ho
·         Mengidentifikasi  peninggalan lembah sungai Eufrat dan Tigris
·         Mengidentifikasi  peradaban lembah sungai Nil melalui eksplorasi internet dan presentasi
·         Mengidentifikasi peradaban kuno di Eropa .Melalui studi pustaka eksplorasi internet diskusi dan presentasi.
·         Mengidentifikasi peradaban kuno di Amerika melalui eksplorasi internet dan presentasi


Alokasi Waktu                        : 4x45 menit

A.    Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
  • Mengidentifikasi peradaban antara lembah Sungai Indus dan Sungai Gangga
  • Mengidentifikasi peradaban lembah Sungai Kuning /Hwang Ho
  • Mengidentifikasi  peninggalan lembah sungai Eufrat dan Tigris
·         Mengidentifikasi  peradaban lembah sungai Nil melalui eksplorasi internet dan presentasi
·         Mengidentifikasi peradaban kuno di Eropa .Melalui studi pustaka eksplorasi internet diskusi dan presentasi.
·         Mengidentifikasi peradaban kuno di Amerika melalui eksplorasi internet dan presentasi

B.     Materi Pembelajaran
·            Peradaban lembah sungai Indus
·            Peradaban lembah sungai Hwang-Ho
·            Peradaban lembah sungai Eufrat dan Tigris
·            Peradaban Lembah sungai Nil
·            Peradaban kuno Eropa
·            Peradaban kuno Amerika


C.     Metode Pembelajaran
Ceramah, diskusi, pemberian tugas portofolio

D.    Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1.      Kegiatan Pendahuluan
·         Apersepsi guru mengajukan pertanyaan mengenai pengertian peradaban.
·         Menyampaikan tujuan pembelajaran.



2.      Kegiatan Inti
·         Siswa secara berkelompok mengadakan diskusi mengenai penyebab berkembangnya peradaban awal di dunia dan penyebab pusat peradaban itu berada di daerah aliran sungai?
·         Siswa secara berkelompok membuat hasil diskusi dalam bentuk karangan analitis. Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
3.      Kegiatan Penutup
·         Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
·         Menarik kesimpulan materi.

E.     Sumber Belajar
·         Kurikulum KTSP dan perangkatnya
·         Peta konsep
·         OHP
·         Internet

F.      Penilaian
·         Unjuk kerja dalam bentuk diskusi mengenai penyebab berkembangnya peradaban awal di dunia dan penyebab pusat peradaban itu berada di daerah aliran sungai.
·         Portofolio dalam bentuk karangan analitis mengenai hasil diskusi.

 

 

Lembar Penilaian Diskusi

Hari/Tanggal   : …………………………………………………….
Topik diskusi/debat     : ……………………………………………………..
No
Sikap/Aspek yang dinilai
Nama Kelompok/ Nama peserta didik
Nilai Kualitatif
Kriteria Penilaian :
Kriteria Indikator
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
80-100
Memuaskan
4
70-79
Baik
3
60-69
Cukup
2
45-59
Kurang cukup
1

 
Nilai Kuantitatif
Penilaian kelompok
1.
Menyelesaikan tugas kelompok dengan baik



2
Kerjasama kelompok



3
Hasil tugas



Jumlah Nilai Kelompok


Penilaian Individu Peserta didik
1.
Berani mengemukakan pendapat



2.
Berani menjawab pertanyaan



3.
Inisiatif



4.
Ketelitian



Jumlah Nilai Individu














Format Penilaian Portofolio


Indikator
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
Deskripsi
Pengantar




Menunjukkan dengan tepat isi karangan/laporan penelitian, kesimpulan maupun rangkuman. Untuk peta dan lukisan, mempersiapkan bahan-bahan.
Isi




Kesesuaian antara judul dengan isi dan materi. Menguraikan hasil karangan/laporan penelitian, kesimpulan, dan rangkuman dengan tepat. Menjabarkan peta sesuai dengan tema yang diajukan. Melukis sesuai dengan wujud benda yang telah ditentukan.
Penutup



Memberikan kesimpulan karangan/hasil penelitian
Struktur/logika penulisan



Penggambaran dengan jelas metode yang dipakai dalam karangan/penelitian
Orisinalitas karangan



Karangan/penelitian, kesimpulan, rangkuman, peta, dan lukisan merupakan hasil sendiri
Penyajian, bahasan dan bahasa



Bahasa yang digunakan sesuai EYD dan komunikatif
Jumlah





Kriteria Penilaian :
Kriteria Indikator
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
80-100
Memuaskan
4
70-79
Baik
3
60-69
Cukup
2
45-59
Kurang cukup
1